sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Eksportir Kopi Gandeng ESGIN Kembangkan Ekosisten Green Economy

News editor Yanto Kusdiantono
24/07/2026 17:04 WIB
Kemitraan ini akan diimplementasikan melalui pengembangan biochar, perdagangan karbon, digitalisasi data ESG, serta pemberdayaan masyarakat.
Eksportir Kopi Gandeng ESGIN Kembangkan Ekosisten Green Economy. (Foto: DPP AEKI)
Eksportir Kopi Gandeng ESGIN Kembangkan Ekosisten Green Economy. (Foto: DPP AEKI)

IDXChannel—Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (DPP AEKI) bersama PT ESGIN Global Partners (ESGIN) menjalin kemitraan untuk mengembangkan ekosistem green economy berbasis komoditas kopi.  

Kemitraan ini akan diimplementasikan melalui pengembangan biochar, perdagangan karbon, digitalisasi data ESG, serta pemberdayaan masyarakat di sentra-sentra perkebunan kopi Indonesia. 

Adapun ruang lingkup kerja sama tersebut mencakup pengembangan biochar, implementasi Digital Measurement, Reporting and Verification (Digital MRV), sertifikasi, hingga komersialisasi kredit karbon sebagaimana diatur dalam Memorandum of Understanding yang telah ditandatangani.

Ketua Umum DPP AEKI Irfan Anwar mengatakan, kerja sama ini menjadi momentum penting bagi transformasi industri kopi Indonesia menuju komoditas berkelanjutan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi di pasar internasional. 

Menurutnya, ke depan daya saing kopi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kualitas biji kopi, tetapi juga oleh kemampuan kita menerapkan praktik produksi yang berkelanjutan, rendah karbon, dan memenuhi standar ESG global. 

“Melalui kemitraan ini, kami berharap petani kopi Indonesia memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar sekaligus meningkatkan daya saing ekspor nasional," ujar Irfan seusai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama dengan ESGIN Global Partners, dikutip Jumat (24/7/2026). 

Pada tahap awal, Kabupaten Tanggamus, Lampung, dipilih sebagai lokasi awal kemitraan karena memiliki potensi yang sangat strategis sebagai salah satu sentra produksi kopi nasional. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Tanggamus, produksi kopi daerah ini mencapai 39.165 ton pada 2025, meningkat secara signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Kabupaten ini juga memiliki luas areal perkebunan kopi sekitar 41.526 hektare yang dikelola oleh sekitar 40.084 kepala keluarga petani kopi, menjadikan sektor kopi sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat pedesaan. 

Kecamatan Ulu Belu menjadi sentra produksi terbesar dengan produksi mencapai 12.067 ton dan luas areal sekitar 10.720 hektare, sehingga memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi lokasi percontohan pengembangan biochar dan proyek karbon berbasis perkebunan kopi.

Besarnya skala perkebunan kopi tersebut juga menghasilkan biomassa dalam jumlah yang sangat besar, mulai dari kulit kopi (coffee husk), ranting hasil pemangkasan, hingga limbah organik lainnya. 

Selama ini sebagian besar biomassa tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki nilai ekonomi tinggi apabila diolah menjadi biochar, yaitu material karbon yang mampu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus menyimpan karbon dalam jangka panjang (carbon sequestration). 

Melalui mekanisme tersebut, limbah perkebunan dapat diubah menjadi sumber pendapatan baru bagi petani melalui perdagangan kredit karbon sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, ESGIN menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berperan sebagai Green Project Investment Company, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam merancang dan mengimplementasikan pembangunan ekonomi hijau yang berkelanjutan.

CEO PT ESGIN Global Partners Brandon Keam menyampaikan, keberhasilan transisi menuju ekonomi hijau membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi, investor, akademisi, dan masyarakat. Menurutnya, ESGIN percaya bahwa investasi hijau harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. 

“Karena itu, kami tidak hanya membangun proyek, tetapi juga membangun kapasitas daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, menciptakan lapangan kerja hijau, serta membantu pemerintah daerah menyusun arah pembangunan Green Economy yang berkelanjutan. Tanggamus memiliki seluruh prasyarat untuk menjadi model nasional pengembangan ekonomi hijau berbasis kopi yang dapat direplikasi di berbagai daerah penghasil kopi Indonesia."


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement