Menurut Dudy, keputusan memperpanjang penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan hasil pemantauan terhadap kondisi debu vulkanik di masing-masing wilayah bandara. Pemerintah akan terus melakukan pemantauan sebelum menentukan langkah selanjutnya terkait pembukaan kembali operasional penerbangan.
Untuk meminimalkan dampak terhadap konektivitas penerbangan, Kemenhub telah menyiapkan sejumlah bandara alternatif. Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, dan Bandara Internasional Juanda Surabaya disiapkan sebagai opsi pendaratan bagi maskapai yang memungkinkan mengalihkan penerbangannya.
"Terkait dengan alternatif kami sudah menyiapkan bandara Kertajati, kemudian juga bandara Ahmad Yani dan Juanda sebagai bandara alternatif apabila airlines atau operator memungkinkan untuk menerbangkan pesawatnya ke ketiga bandara alternatif tersebut," kata Dudy.
Kemenhub akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan, termasuk perubahan arah dan sebaran debu vulkanik. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi pertimbangan dalam menentukan apakah penutupan bandara perlu kembali diperpanjang atau operasional penerbangan sudah dapat dibuka.
Penyeberangan Merak-Bakauheni Belum Terdampak
Selain penerbangan, Dudy menyampaikan aktivitas penyeberangan Merak-Bakauheni sejauh ini belum terdampak langsung akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.