sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Enam Bandara Ditutup hingga 4 Jam ke Depan Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

News editor Iqbal Dwi Purnama
06/09/2026 14:18 WIB
Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan masih terdeteksi debu vulkanik di sejumlah wilayah bandara.
Enam Bandara Ditutup hingga 4 Jam ke Depan Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau (Foto: dok AP)
Enam Bandara Ditutup hingga 4 Jam ke Depan Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau (Foto: dok AP)

IDXChannel - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan penutupan enam bandara masih akan diperpanjang hingga empat jam ke depan. 

Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan masih terdeteksi debu vulkanik di sejumlah wilayah bandara.

Dudy mengatakan, berdasarkan pemantauan terakhir menggunakan paper test, kondisi di enam bandara masih menunjukkan hasil positif terhadap keberadaan abu vulkanik. Dengan kondisi tersebut, operasional penerbangan belum dapat kembali dibuka.

"Per waktu sekarang ini kami kemungkinan akan masih melakukan penutupan sampai 4 jam ke depan," ujar Dudy dalam konferensi pers virtual, Minggu (6/9/2026).

Enam bandara yang masih ditutup yakni Bandara Internasional Radin Inten II, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Budiarto Curug, Bandara Pondok Cabe, dan Bandara Husein Sastranegara.

Menurut Dudy, keputusan memperpanjang penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan hasil pemantauan terhadap kondisi debu vulkanik di masing-masing wilayah bandara. Pemerintah akan terus melakukan pemantauan sebelum menentukan langkah selanjutnya terkait pembukaan kembali operasional penerbangan.

Untuk meminimalkan dampak terhadap konektivitas penerbangan, Kemenhub telah menyiapkan sejumlah bandara alternatif. Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, dan Bandara Internasional Juanda Surabaya disiapkan sebagai opsi pendaratan bagi maskapai yang memungkinkan mengalihkan penerbangannya.

"Terkait dengan alternatif kami sudah menyiapkan bandara Kertajati, kemudian juga bandara Ahmad Yani dan Juanda sebagai bandara alternatif apabila airlines atau operator memungkinkan untuk menerbangkan pesawatnya ke ketiga bandara alternatif tersebut," kata Dudy.

Kemenhub akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan, termasuk perubahan arah dan sebaran debu vulkanik. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi pertimbangan dalam menentukan apakah penutupan bandara perlu kembali diperpanjang atau operasional penerbangan sudah dapat dibuka.

Penyeberangan Merak-Bakauheni Belum Terdampak

Selain penerbangan, Dudy menyampaikan aktivitas penyeberangan Merak-Bakauheni sejauh ini belum terdampak langsung akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Namun, pemerintah belum menambah jumlah kapal yang beroperasi di lintasan tersebut. Pasalnya, jumlah penumpang justru mengalami penurunan.

Menurut Dudy, penurunan jumlah penumpang terjadi seiring erupsi Gunung Anak Krakatau yang membuat sebagian masyarakat membatalkan perjalanan penyeberangan, baik dari Merak menuju Bakauheni maupun sebaliknya.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement