Secara segmentasi, E9 diarahkan untuk memasuki kelas MPV premium yang selama ini didominasi merek mapan. Persaingan semakin padat dengan kehadiran Denza D9, XPeng X9, serta Maxus Mifa M9 di Indonesia.
Ketiganya mengusung konsep listrik murni. Aion E9 datang dengan pendekatan berbeda melalui sistem hibrida. Kombinasi ini membuka opsi baru bagi konsumen yang menginginkan fleksibilitas.
Spesifikasi
Dari sisi desain dan fitur, E9 tampil sebagai MPV berpostur besar. Panjang bodinya mencapai 5.212 mm dengan jarak sumbu roda 3.070 mm. Gril krom berukuran besar dan lampu berbentuk L terbalik mendominasi tampilan depan.
Untuk awal, E9 tersedia dalam warna alpine white dan onyx black. Model ini mengombinasikan mesin bensin 2.0 liter turbo dengan motor listrik, menghasilkan tenaga total 373 daya kuda dan torsi puncak 630 Newton meter.
Dalam kondisi baterai dan bahan bakar penuh, jarak tempuhnya diklaim melampaui 1.000 kilometer berdasarkan standar Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure.
Performa akselerasi dari nol hingga 100 kilometer per jam dicapai sekitar delapan detik dengan konsumsi bahan bakar gabungan mencapai 1,8 liter per 100 kilometer pada mode hibrida.
Sistem penggeraknya memadukan mesin pembakaran internal bertenaga 190 daya kuda dengan motor listrik beroutput 180 kilowatt atau setara 241 daya kuda. Baterai lithium-ion berkapasitas 25,57 kilowatt jam memungkinkan mobil melaju penuh dalam mode listrik hingga 136 kilometer berdasarkan pengujian China Light-Duty Vehicle Test Cycle.