sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Gempa Bumi Susulan di NTT Capai 5.012 Kejadian, 124 Dirasakan Masyarakat

News editor Binti Mufarida
22/08/2026 08:26 WIB
Gempa bumi susulan pascagempa utama berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus terjadi.
Gempa Bumi Susulan di NTT Capai 5.012 Kejadian, 124 Dirasakan Masyarakat. (Dok. BMKG)
Gempa Bumi Susulan di NTT Capai 5.012 Kejadian, 124 Dirasakan Masyarakat. (Dok. BMKG)

IDXChannel - Gempa bumi susulan pascagempa utama berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus terjadi. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Sabtu (22/8/2026) pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 5.012 gempa bumi susulan.

Dari ribuan gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar mencapai M6,2, sedangkan yang terkecil M1,1. Sebanyak 31 gempa susulan tercatat memiliki magnitudo di atas M5 dan 124 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto memastikan gempa susulan yang terjadi saat ini memiliki magnitudo lebih kecil dibandingkan gempa utama M7,7. “Bisa kita pastikan untuk gempa susulan itu kan lebih kecil ya sekarang. Tidak ada gempa susulan yang lebih besar dari gempa utamanya,” ujarnya.

Menurut Wijayanto, gempa utama M7,7 sudah mendekati magnitudo maksimum yang dapat terjadi pada kerak dangkal di wilayah tersebut. Potensi maksimum magnitudo pada kerak dangkal di kawasan itu diperkirakan sekitar M7,8.

“Jadi seterusnya adalah gempa susulan yang akan menuju ke kestabilan lempeng itu sendiri,” katanya.

Dia menjelaskan, gempa bumi pertama kali terjadi di wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB dengan parameter pemutakhiran M7,7. Gempa dangkal tersebut berdampak pada munculnya tsunami di wilayah sekitar. Gempa tersebut terjadi akibat aktivitas tektonik di Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Wijayanto mengatakan, berdasarkan data sementara, aktivitas gempa susulan diperkirakan masih berlangsung hingga tiga sampai empat minggu ke depan.

“Berdasarakan data sementara gempa susulan ini akan berakhir 3–4 minggu ke depan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada gempa bumi susulan yang masih terjadi,” kata Wijayanto dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, BMKG terus memantau potensi tsunami yang dapat terjadi akibat aktivitas gempa di wilayah Flores dan sekitarnya. Sistem peringatan dini tsunami Indonesia mampu memberikan peringatan dalam waktu kurang dari tiga menit setelah gempa terdeteksi dan memenuhi parameter yang berpotensi menimbulkan tsunami.

“BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, namun tetap waspada terhadap gempa susulan yang masih terjadi di wilayah Flores dan sekitarnya,” imbaunya. (Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement