Bahwa ancaman gempa tidak hanya bersumber dari zona megathrust atau sesar aktif permukaan, melainkan juga dari fenomena intraslab kedalaman menengah yang mampu memancarkan guncangan berfrekuensi tinggi dengan spektrum wilayah terdampak yang sangat luas.
"Efisiensi perambatan gelombang seismik yang merusak bangunan nonstandar hingga memicu kegagalan struktur seperti soft-story collapse menegaskan pentingnya audit ketat terhadap standar bangunan tahan gempa (building code), pemetaan risiko seismik yang mencakup sumber dalam-lempeng, serta penguatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi dampak sekunder seperti runtuhan material dan potensi kebakaran di kawasan perkotaan padat," pungkasnya.
(Nadya Kurnia)