“Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis 19 Februari 2026,” kata Menag Nasaruddin Umar saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/2/2026).
Nasaruddin menerangkan, sudut elongasi matahari-bulan masih sangat kecil yakni 0 derajat 56 menit 23 detik hingga 1 derajat 53 menit 36 detik.
"Jadi secara hisab, data hilal pada hari ini tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS," kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)