"Sekarang kita memiliki data kesehatan masyarakat yang jauh lebih lengkap. Kita tahu masalah kesehatan anak SD berbeda dengan anak SMP maupun SMA. Dengan data ini, intervensi pemerintah menjadi lebih tepat sasaran sehingga sumber daya kesehatan dapat digunakan secara lebih efektif," ujar Budi dalam siaran persnya, dikutip Jumat (17/7/2026).
Maka dari itu, Kemenkes meningkatkan program CKG tidak hanya pada deteksi dini, melainkan sudah mulai masuk ke tahap tatalaksana atau pengobatan.
Fokus utamanya saat ini adalah mengobati peserta CKG yang terdiagnosis menderita penyakit kronis, khususnya hipertensi (tekanan darah tinggi) dan diabetes melitus (kencing manis).
Ia menjelaskan, sebanyak 35,4 persen pasien yang terjaring di CKG 2025 telah kembali berobat pada CKG 2026. Hebatnya, hampir separuh dari mereka, 46,9 persen, kini berhasil mengontrol tekanan darah mereka ke angka normal.
Kemudian, sekitar 33,1 persen pasien lama diabetes telah melakukan pemeriksaan ulang, dan mayoritas dari mereka, 69,4 persen, sukses mengendalikan kadar gula darah mereka.