sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Hidrasi dengan Air Minum Murni Demi Jaga Kualitas Kerja Ginjal

News editor Tim IDXChannel
29/01/2026 20:48 WIB
Kurang minum air putih bukan hanya soal rasa haus, tapi juga berdampak pada kinerja tubuh.
Hidrasi dengan Air Minum Murni Demi Jaga Kualitas Kerja Ginjal
Hidrasi dengan Air Minum Murni Demi Jaga Kualitas Kerja Ginjal

IDXChannel - Kebutuhan cairan harian sangat penting untuk menjaga keseimbangan metabolisme, fungsi organ, hingga konsentrasi. Kurang minum air putih bukan hanya soal rasa haus, tapi juga berdampak pada kinerja tubuh secara menyeluruh.

Hal ini dikatakan dokter spesialis penyakit dalam Cynthia Natalia. Menurutnya tubuh yang tidak terhidrasi pada satu jam pertama biasanya masih mampu beradaptasi. Namun, kadar cairan mulai menurun perlahan. Produksi air liur berkurang sehingga mulut terasa kering, dan otak mulai mengirim sinyal haus. Pada fase ini, konsentrasi dapat sedikit menurun, terutama bila disertai aktivitas fisik atau berada di ruangan ber-AC.

Efek dehidrasi ringan mulai lebih terasa, jika tubuh tidak terhidrasi selama tiga jam. Beberapa orang mulai merasakan sakit kepala ringan, lelah, atau sulit fokus. Kulit juga bisa mulai terasa lebih kering, dan warna urine menjadi lebih pekat—tanda awal tubuh kekurangan cairan.

“Kebiasaan kurang minum air putih dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti batu ginjal karena ada penumpukan mineral yang tidak terlarut dengan baik dan gangguan konsentrasi dan kelelahan kronis, terutama pada pekerja aktif dan lansia," kata dia

Konsumsi air minum setidaknya harus dilakukan setiap 1-2 jam untuk menghindari dampak buruk dehidrasi serta efek jangka panjang pada kesehatan. Menjaga pola hidrasi tubuh sebagai kebiasaan yang baik, perlu dibarengi dengan jenis air minum berkualitas. 

Halaman : 1 2 3
Berita Rekomendasi

Berita Terkait
Advertisement
Advertisement