IDXChannel - Faktor manusia atau human error menjadi penyebab dominan kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Berdasarkan data Korlantas Polri 2026, sebanyak 61 persen kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh faktor manusia.
Sementara itu, faktor jalan dan lingkungan menyumbang 30 persen dan faktor kendaraan sebesar 9 persen.
Sejumlah perilaku yang masuk dalam faktor manusia antara lain berkendara melebihi batas kecepatan, tidak menjaga jarak aman, menggunakan telepon seluler saat berkendara, mengemudi dalam kondisi lelah atau mengantuk, melawan arus, berkendara di bawah umur, tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI), hingga kurangnya keterampilan berkendara.
Pengamat Transportasi sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno menekankan pentingnya sekolah mengemudi. Menurutnya, sekolah mengemudi tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar mengoperasikan kendaraan atau mempersiapkan calon pengemudi menghadapi ujian SIM, tapi juga untuk membangun budaya keselamatan berkendara.