sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Hyundai Targetkan Driver Assist System Buatan Sendiri Diterapkan pada Produksi 2029

News editor Kurnia Nadya
14/09/2026 12:40 WIB
Hyundai Motor Group tengah mempercepat pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi eksternal.
Hyundai Targetkan Driver Assist System Buatan Sendiri Diterapkan pada Produksi 2029. (Foto: Istimewa)
Hyundai Targetkan Driver Assist System Buatan Sendiri Diterapkan pada Produksi 2029. (Foto: Istimewa)

IDXChannelHyundai menargetkan sistem bantuan mengemudi (driver assist system) yang dikembangkan sendiri, Atria, mulai digunakan pada kendaraan produksi massal pada 2029. Target tersebut mundur dari rencana sebelumnya yang menargetkan peluncuran pada 2027.

Hyundai Motor Group tengah mempercepat pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi eksternal sekaligus membuka sumber pendapatan baru dari software kendaraan.

Selama pengembangan Atria, Hyundai akan menggandeng Nvidia untuk menghadirkan sistem bantuan mengemudi Level 2+ dan Level 2++ mulai 2028. Ini menjadi strategi Hyundai agar tetap dapat menawarkan teknologi mengemudi berbasis AI kepada konsumen sebelum sistem buatannya sendiri siap digunakan secara luas.

Dorongan perkembangan teknologi yang dilakukan Hyundai tidak terlepas dari persaingan teknologi yang semakin ketat di industri otomotif, terutama dari Tesla dan produsen mobil China. 

Perluasan persaingan kini tidak hanya terjadi dalam kategori harga dan jumlah kendaraan yang terjual, tetapi juga dalam penguasaan AI, software, chip, hingga data kendaraan.

Menilik dari skala penjualan, penjualan Hyundai dan Kia tercatat mencapai lebih dari 7 juta kendaraan per tahun di 190-an negara. Jumlah tersebut dapat menjadi sumber data berkendara dalam jumlah besar untuk membantu melatih dan meningkatkan kemampuan AI.

Dari sisi bisnis, pengembangan Atria tidak hanya menunjukkan perubahan pada model industri otomotif. Tetapi, menawarkan nilai ekonomi dari software, fitur digital, AI, dan data yang terdapat di dalam kendaraan.

Melalui mengembangkan teknologi sendiri, Hyundai berpeluang memiliki kontrol lebih besar atas teknologi kendaraan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pemasok teknologi. Dalam jangka panjang, langkah ini dapat membuka sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat posisi Hyundai dalam persaingan industri otomotif berbasis AI.

(Birru Aisyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement