Namun, cara pengolahannya perlu diperhatikan. Telur yang dimasak hingga matang memiliki keamanan pangan yang lebih baik dibandingkan telur mentah atau setengah matang.
Proses pemasakan yang tepat juga membantu meningkatkan daya cerna protein telur. Telur dapat diperkenalkan sebagai salah satu bahan makanan pendamping ASI (MPASI) ketika bayi telah mencapai usia dan kesiapan untuk menerima makanan tambahan.
Dalam penyajiannya, putih dan kuning telur perlu dimasak hingga matang. Untuk hidangan yang tidak dimasak sempurna, IDAI menyarankan penggunaan telur yang telah dipasteurisasi sesuai standar keamanan pangan.
Selain memastikan makanan matang, orang tua juga perlu menjaga kebersihan saat menyiapkan makanan. Mencuci tangan dan peralatan, mencegah kontaminasi silang, serta menyimpan telur dengan benar merupakan langkah penting untuk menjaga keamanan pangan.
IDAI juga mengingatkan bahwa pemberian makanan kepada bayi harus mempertimbangkan usia, kebutuhan gizi, kesiapan perkembangan, dan keamanan pangan.