IDXChannel—Akademisi Universitas Brawijaya sekaligus Dokter Spesialis Anak Laurentia Ima Monica menyoroti tingkat cakupan imunisasi campak di Indonesia yang baru mencapai 83 persen.
Menurut Laurentia, cakupan imunisasi harusnya berada di tingkat 95 persen. Cakupan vaksin yang rendah ini terjadi, salah satunya, karena resistensi atau penolakan masyarakat terhadap imunisasi.
“Padahal kekebalan komunitas (herd immunity) melalui cakupan vaksin itu sangat penting. Jika cakupan imunisasi di suatu komunitas tinggi, maka kekebalannya juga akan tinggi. Dengan begitu, kita dapat melindungi diri sendiri dan kelompok rentan yang tidak bisa divaksin karena kondisi tertentu,” jelas dr. Laurentia, Rabu (11/3/2026).
Dia mengatakan, berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sepanjang tahun lalu kasus campak di Indonesia mencapai 10.744 kasus, berada pada posisi kedua di dunia setelah Yaman (11.288 kasus).
Selain itu, pada data Februari 2026, kasus suspek campak mencapai 10.000-an kasus. Bahkan jika dibandingkan dengan kasus suspek pada 2025, angka kematiannya pun tinggi.