sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Dokter Spesialis Anak Sayangkan Cakupan Imunisasi Campak di Indonesia Baru 83 Persen

News editor Avirista M/Kontributor
12/03/2026 13:20 WIB
dr. Laurentia Ima Monica membagikan langkah pencegahan penularan campak.
Dokter Spesialis Anak Sayangkan Cakupan Imunisasi Campak di Indonesia Baru 83 Persen. (Foto: MNC Media)
Dokter Spesialis Anak Sayangkan Cakupan Imunisasi Campak di Indonesia Baru 83 Persen. (Foto: MNC Media)

Fase inkubasi yaitu masa seseorang terpapar hingga timbul sakit dalam waktu 10–14 hari sebelum fase prodromal. Fase prodromal ditandai dengan munculnya trias campak seperti demam, pilek, dan mata merah. Fase ini berlangsung selama empat hari. 

“Kemudian, muncul bintik putih di pipi bagian dalam, 1-2 hari sebelum fase erupsi. Fase erupsi, pasien mengalami kemerahan merata, dan bintil dari kepala, belakang telinga, menyebar keseluruh tubuh, terakhir tangan kaki,” lanjutnya.

Fase erupsi ini terjadi dalam kurun waktu 4-10 hari. Terakhir, fase konvalesen, di mana titik merah di tubuh berkurang, bukan hilang, dan berganti menjadi kecoklatan, bersisik, jika mengalami diare, gejalanya menurun. Fase ini terjadi dalam kurun waktu 4-10 hari.

dr. Laurentia juga menjelaskan bahwa kondisi campak dibagi menjadi ringan dan berat. Kondisi berat dapat disertai pneumonia, sesak, gagal napas, infeksi otak, penurunan kesadaran, hingga kejang.

“Meskipun demikian, penyakit ini bisa sembuh. Namun karena disebabkan oleh virus dan kita belum ada antivirus, jadi sangat bergantung pada kekebalan tubuh kita, serta apabila sudah mengalami gejala diatas, segera diperiksakan seawal mungkin. Karena, jika sudah terlambat akan susah penangannya,” kata Laurentia.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement