Kemampuan tersebut dinilai dapat mempercepat respons pemerintah ketika terjadi kebakaran dalam skala besar. Dengan menempatkan sejumlah helikopter sekaligus di atas kapal, armada udara dapat bergerak mendekati lokasi kebakaran dan melakukan operasi pemadaman secara lebih cepat.
"Jadi kalau punya 10 heli segera merapat ke titik api terbanyak, ini akan sangat membantu respon kita," kata Prabowo.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sistem penanganan bencana yang lebih cepat dan terintegrasi.
Kapal induk helikopter nantinya tidak hanya diproyeksikan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan, tetapi juga dapat menjadi salah satu sarana mobilisasi cepat ketika Indonesia menghadapi bencana lain yang membutuhkan dukungan udara dan logistik.
Selain mengandalkan armada helikopter, Prabowo juga menyiapkan sejumlah langkah lain untuk memperkuat penanganan kebakaran dan bencana. Pemerintah akan mengalokasikan pesawat untuk mendukung operasi modifikasi cuaca.
"Kita nanti juga alokasikan pesawat untuk modifikasi cuaca, kemudian BRIN mengkaji zat apa paling efisien untuk paling cepat modifikasi cuaca," kata Prabowo.