Budi juga menunjukan suasana bagian dalam ruang rawat inap dengan deretan kasur untuk pasien dns KO disinyalir yang cukup bersih. Dia menegaskan tenda khusus rawat inap ini sudah sesuai dengan standar Kemenkes dengan lantai yang dibuat khusus untuk mempermudah akses distribusi obat maupun makan dengan troli khusus.
Lantai tersebut juga dirancang agar air dari luar tidak merembes ke bagian dalam saat hujan turun dan membasahi tanah.
“Sekarang kita masuk ke ruang rawat inapnya. Nah, standarnya Kemenkes, ruang rawat inap nanti ada lantainya seperti ini. Jadi kalau bawa-bawa dorongan tuh gampang dan juga sekaligus bersih, enggak basah kalau di bawah ada air jadi enggak masuk,” jelas Budi.
Budi juga menekankan bahwa tenda tersebut dibangun sesuai standar UNICEF untuk bencana. “Ini nanti kira-kira bed-nya dipasang seperti ini, bisa 10 × 2 jadi 20. Tendanya ini standarnya UNICEF, dipakai di mana-mana kalau ada bencana,” tambah dia.
Setelah ruang rawat inap, ia juga menunjukkan bagaimana bagian dalam tenda khusus operasi yang disediakan dalam Rumah Sakit Lapangan. Di ruangan tersebut sangat steril dan bisa digunakan untuk isolasi pasien. Bahkan tenda khusus operasi ini pernah juga digunakan dalam bencana di Sumedang dan Aceh.