Pemerintahan Presiden Donald Trump memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran pada 2018 atas tuduhan pengembangan senjata nuklir. Iran selalu mengatakan bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai.
Analis minyak Brett Erickson mengatakan, Iran memiliki lebih dari 100 juta barel minyak yang tersimpan di kapal tanker sehingga dapat dengan mudah dijual.
Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters pada Minggu bahwa draf akhir nota kesepahaman dengan AS mencabut sanksi minyak terhadap Iran untuk jangka waktu tertentu, memungkinkan Teheran untuk menjual minyak dan menerima pendapatan. Setelah kesepakatan akhir, semua sanksi AS terhadap Iran akan dicabut sesuai dengan jadwal yang disepakati. (Wahyu Dwi Anggoro)