Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pada hari Minggu bahwa jalur air tersebut terbuka untuk semua kecuali mereka yang melanggar wilayah Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menegaskan bahwa jalur air tersebut tidak ditutup. Bahkan, dalam komentarnya di X, ia mengindikasikan bahwa AS dan Israel bertanggung jawab atas gangguan yang terjadi baru-baru ini.
“Kapal-kapal ragu-ragu karena perusahaan asuransi takut akan perang pilihan yang Anda picu bukan Iran. Tidak ada perusahaan asuransi dan tidak ada orang Iran yang akan terpengaruh oleh ancaman lebih lanjut," tutur dia.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) elit Iran mengatakan akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz jika Trump terus mengancam untuk menargetkan fasilitas energi Iran.
(kunthi fahmar sandy)