sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pabrik Kawat Baja Senilai Rp300 Miliar Resmi Beroperasi di Subang, Diharapkan Tekan Impor

Economics editor Nia Deviyana
07/05/2026 17:51 WIB
PT Beka Wire Indonesia mencatatkan realisasi investasi mencapai Rp300 miliar, dengan potensi peningkatan hingga Rp500 miliar.
Pabrik Kawat Baja Senilai Rp300 Miliar Resmi Beroperasi di Subang, Diharapkan Tekan Impor. Foto: iNews Media Group.
Pabrik Kawat Baja Senilai Rp300 Miliar Resmi Beroperasi di Subang, Diharapkan Tekan Impor. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Pabrik Kawat Baja dengan investasi Rp300 miliar resmi berdiri di Subang. Pabrik milik PT Beka Wire Indonesia diharapkan dapat menambah kemandirian industri besi baja nasional, khususnya pada produk kawat, serta dapat memperdalam struktur industri penggunanya seperti pada sektor industri lainnya, otomotif, pertanian, energi dan konstruksi.

“PT Beka Wire Indonesia mencatatkan realisasi investasi mencapai Rp300 miliar, dengan potensi peningkatan hingga Rp500 miliar. Pabrik ini memiliki rencana kapasitas produksi sebesar 36.000 ton per tahun, yang memproduksi jenis kawat coated wire (hot dip galvanized, zinc-aluminium, bezilum) dan non-coated wire,” ujar Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5/2026).

Sebagai komitmen memperluas pasar global, 40 persen dari total produksi tersebut dialokasikan untuk diekspor ke berbagai negara di Asia Tenggara, Amerika Latin, Eropa, dan Australia.

Investasi ini menjadi angin segar di tengah tantangan neraca perdagangan komoditas kawat besi dan baja. Dalam lima tahun terakhir (2021-2025), kinerja ekspor produk kawat besi dan baja menunjukkan tren penurunan. Volume ekspor komoditas ini merosot 48,5 persen dari 22.225 ton pada 2021 menjadi 11.442 ton pada 2025.

Sementara itu, impor justru mengalami peningkatan tipis, yang menyebabkan defisit melebar dari -113.567 ton (2021) menjadi -132.221 ton (2025). Penurunan yang signifikan juga terjadi secara khusus pada produk kawat besi baja lapis galvanis.

Oleh karena itu, Faisol menegaskan bahwa langkah PT Beka Wire Indonesia akan sangat mendukung peningkatan nilai tambah industri logam dalam negeri, mendorong substitusi impor, dan memperluas kapasitas produksi nasional.

Kehadiran pabrik baru ini juga selaras dengan capaian positif sektor Industri Pengolahan (IP) yang terus menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Pada triwulan I-2026, sektor IP tumbuh sebesar 5,04 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu (4,55 persen).

Khusus untuk investasi pada industri logam dasar, realisasinya mencapai Rp 64,88 triliun pada triwulan I-2026, yang menyumbang sekitar 13 persen dari total investasi nasional.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement