"Saya pikir Teheran selama ini terbuka terhadap transparansi dan inspeksi yang dilakukan oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA)," kata Abbas.
Menurut Abbas, jika kedua belah pihak dalam mencapai titik kesepakatan, maka hal ini dapat menciptakan suasana yang baik dalam rangka meningkatkan rasa saling percaya.
"Tapi, jika AS ingin meneruskan permintaannya seperti Iran harus mengirim uranium yang telah diperkaya miliknya ke AS atau meminta penghentian upaya pengayaan untuk jangka waktu yang lama, saya pikir kesepakatan tidak akan terjadi," ujarnya.
(Rahmat Fiansyah)