Selat Hormuz merupakan salah satu jalur strategis bagi arus perdagangan minyak dunia. Selat tersebut memiliki perairan yang dalam dan cukup lebar sehingga dapat dilalui kapal-kapal tanker minyak raksasa.
Volume perdagangan minyak melalui selat ini cukup besar dan hanya sedikit alternatif untuk menyalurkan minyak dari dan ke Teluk Persia dan Laut Arab apabila jalur tersebut ditutup.
Berdasarkan data EIA, pada 2024, rata-rata minyak yang melewati Selat Hormuz mencapai 20 juta barel per hari. Jumlah tersebut mencapai 20 persen dari total konsumsi minyak global.
Arab Saudi menjadi negara terbesar yang memanfaatkan Selat Hormuz untuk menjual minyak mentah dan kondensatnya. Pada 2024, aliran minyak Arab Saudi lewat jalur ini mencapai 5,5 juta barel atau 38 persen dari total aliran minyak di Selat Hormuz.
(Rahmat Fiansyah)