IDXChannel - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menargetkan dua kapal Amerika Serikat (AS) dan delapan kapal tanker minyak di Selat Hormuz.
Dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, IRGC mengatakan bahwa angkatan lautnya menyerang kapal-kapal tersebut sebagai tanggapan atas serangan AS ke lima tanker minyak Iran.
"Ini balasan atas agresi dan niat jahat tentara teroris Amerika," katanya, dilansir dari Al Jazeera pada Rabu (9/9/2026).
IRGC mengatakan bahwa selat tersebut tetap berada di bawah kendalinya, meski militer AS kerap mengawal kapal yang ingin melewati jalur maritim itu secara diam-diam.
Menurut data dari firma riser Kpler, lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz tetap rendah.