IDXChannel - Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pembicaraan dengan Oman terkait pengelolaan Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir.
Dilansir dari Al Jazeera pada Kamis (6/8/2026), kedua negara telah menyetujui koordinat rute pelayaran di selat itu.
Menanggapi pertanyaan dari wartawan pada Rabu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan, pembicaraan dengan Oman telah berlangsung selama dua bulan terakhir.
"Koordinat geografis rute yang diusulkan oleh kedua belah pihak telah disepakati, dan dengan syarat pihak ketiga tertentu tidak menghalangi proses tersebut, pernyataan bersama kedua negara, yang mencakup pertimbangan utama dan poin-poin kesepakatan, juga berada pada tahap akhir penyusunan,” katanya.
Selain itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan kepada kantor berita IRNA, kedua negara telah mencapai kesepahaman hampir di semua isu, termasuk lokasi rute masuk dan keluar untuk lalu lintas maritim.
Gharibabadi mengatakan bahwa sebagian besar rute pelayaran akan melewati perairan teritorial Iran, sementara sisanya akan melalui perairan Oman.
"Rute yang saat ini ada akan ditutup, rute baru akan digunakan untuk jangka waktu dua hingga empat bulan atau berpotensi lebih lama," ujar Gharibabadi.
Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kembali lumpuh setelah Iran dan Amerika Serikat (AS) mengakhiri gencatan senjata bulan lalu. Perang pecah setelah AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari.
Lumpuhnya Selat Hormuz mengganggu sekitar 20 persen ekspor minyak dan gas alam cair (LNG) dunia, yang menyebabkan kenaikan harga.
Baghaei menekankan bahwa penutupan jalur maritim tersebut disebabkan oleh agresi militer AS dan rezim Zionis terhadap Iran.
"Tentu saja, kesepahaman antara Iran dan Oman, dengan sendirinya, tidak dapat diartikan bahwa selat tersebut telah aman bagi kapal yang melintas, karena faktor-faktor yang merusak keamanan di Selat Hormuz oleh AS, khususnya blokade laut dan tindakan agresif lainnya terhadap Iran, masih ada," kata Baghaei. (Wahyu Dwi Anggoro)