"Selat itu hanya akan terbuka jika AS berhenti menyerang," katanya.
Ia mengatakan, tidak lebih dari tujuh atau delapan kapal yang melewati jalur maritim vital tersebut setiap hari, dengan lima atau enam kapal membawa barang-barang penting untuk Iran.
Rezaei mengakui militer AS terkadang mengawal lima atau enam kapal untuk melalui selat itu dengan menyusuri wilayah Oman. Namun, kapal-kapal tersebut biasanya menjadi sasaran rudal dan drone Iran dan mengalami kerusakaan.
Iran dan Oman telah menegosiasikan koridor pelayaran baru selama beberapa bulan. Pembicaraan itu dipantau ketat AS yang tidak ingin Oman berkompromi terlalu banyak terhadap Iran. (Wahyu Dwi Anggoro)