Aksi itu dilakukan operator kapal tanker yang bersedia mengambil risiko. Mereka mengangkut minyak dari produsen di Teluk melalui selat tersebut pada malam hari dengan sistem lokasi dan telepon seluler mereka dimatikan menggunakan jalur yang dilindungi AS di dekat pantai Oman. Kapal tanker tersebut mentransfer minyak ke kapal tanker lain yang menunggu di Teluk Oman untuk dikirim ke pelanggan di Asia.
Operasi tersebut membantu mengembalikan pengiriman minyak dari Teluk ke tingkat sebelum perang, tetapi dengan biaya tinggi dalam hal waktu, uang, dan nyawa pelaut. Tarif sewa spot untuk kapal tanker telah melonjak hingga ratusan ribu dolar per hari, sementara transfer antar kapal dapat memakan waktu beberapa hari. (Wahyu Dwi Anggoro)