Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengeklaim pasukannya telah merebut kendali atas jalur maritim vital tersebut, serta telah membersihkan seluruh ranjau di perairan itu.
IRGC memperingatkan akan merespons dengan lebih kuat jika AS melancarkan serangan lebih lanjut.
Perang antara Iran dengan AS-Israel pecah pada Februari. Selat Hormuz menjadi isu penting dalam konflik ini.
Iran mengeklaim sebagai satu-satunya pemegang kendali di selat tersebut. Teheran juga menyatakan perairan itu tertutup bagi pelayaran komersial karena ranjau yang ditebarnya. (Wahyu Dwi Anggoro)