Di sisi lain, militer AS mengumumkan telah melancarkan gelombang baru serangan terhadap Iran setelah Teheran dituding menyerang kapal kontainer berbendera Siprus, M/V GFS Galaxy, yang sedang melintas di Selat Hormuz. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi yang diarahkan Presiden Donald Trump tersebut merupakan gelombang ketiga dalam sepekan.
"Amerika Serikat memberikan konsekuensi besar dengan terus melemahkan kemampuan Iran menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang melintas bebas di selat," kata CENTCOM.
Sebelumnya, pejabat senior AS menyatakan Washington menuntut Iran menyatakan secara terbuka akan menghentikan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz serta menjamin seluruh jalur pelayaran tetap terbuka tanpa pungutan biaya.
Trump pada Jumat (10/7/2026) mengatakan AS dan Iran sepakat melanjutkan perundingan meski ketegangan meningkat dalam sepekan terakhir. Pada saat yang sama, dia juga menyatakan gencatan senjata telah berakhir.
Sementara itu, sumber senior Iran kepada Reuters mengatakan Iran, AS, Qatar, dan Pakistan telah menyepakati pembicaraan yang difasilitasi mediator. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi juga bertemu Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Albusaidi untuk membahas mekanisme pelayaran yang aman di Selat Hormuz. Kantor berita pemerintah Oman menyebut pembicaraan akan dilanjutkan pada tingkat teknis dan politik.