Pada momen sama, Menteri Koordinator Bidang IPK, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya pembangunan tanggul laut raksasa yang menyasar sejumlah daerah rentan bencana di Pulau Jawa.
Dia menilai, proses pembanguan GSW harus dilakukan menyeluruh. Tidak hanya membangun dinding, melainkan memperkuat infrastruktur yang melindungi daerah rawan, memastikan pabrik-pabrik yang menjadi tumpuan hidup terus bisa beroperasi hingga melindungi sawah-sawah yang ada,
"Ini (proyek GSW) sebuah project yang sangat besar ya. Bicara melindungi Pantura Jawa dari Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Ratusan kilometer. Kami juga harus pastikan bukan hanya membangun infrastruktur fisiknya. Karena ini berkaitan dengan manusia, dengan masyarakat, dengan ekonomi yang ada di daerah," kata AHY.
Terkini, proyek pembangunan GSW di Jakarta ditargetkan groundbreaking (peletakan batu pertama) pada September 2026. Menurut kajian Kemenko IPK, tanggul laut raksasa itu membutuhkan anggaran Rp123 triliun.
(Rahmat Fiansyah)