Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri mengatakan bahwa jumlah kapal tanker yang tiba di Jepang dapat turun tajam mulai pekan ini karena blokade de facto Selat Hormuz.
Pekan lalu, negara-negara anggota Badan Energi Internasional (IEA) sepakat untuk melepaskan sejumlah besar minyak dari cadangan darurat mereka secara terkoordinasi.
Pekan lalu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan rencana untuk melepaskan sekitar 80 juta barel minyak, pelepasan terbesar yang pernah ada.
Jumlah tersebut setara dengan konsumsi domestik selama 45 hari dan 1,8 kali lipat volume yang dilepaskan setelah gempa bumi dan tsunami dahsyat yang mengguncang Jepang timur laut pada 2011.
Ini menandai ketujuh kalinya Jepang menggunakan cadangan minyaknya sejak sistem tersebut diperkenalkan pada 1970-an. Hingga akhir 2025, Jepang memiliki cadangan minyak yang setara dengan kebutuhan domestik selama 254 hari.