“Supaya mereka (Kemenkes) datang dan memberikan semangat kepada mereka (untuk) menyantuni orang-orang yang terkena penyakit itu, korban-korban itu. Dan terus dilakukan penelusuran ya apa hal yang menyebabkan (gagal ginjal akut) ini, itu saya kira pemerintah akan terus seperti itu,” tegasnya.
Seperti diketahui, dua kasus gagal ginjal akut pada anak dilaporkan oleh Kemenkes dari data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Senin (6/2/2023) lalu. Padahal, sejak awal Desember 2022 lalu, tercatat sudah tidak ada kasus baru gagal ginjal akut.
Satu kasus dilaporkan meninggal dunia tidak lama setelah mengonsumsi obat sirup penurun demam merek Praxion. Pasien gagal ginjal akut yang meninggal ini berusia 1 tahun. Sementara itu, satu kasus lainnya masih berstatus suspek.
(YNA)