Menurut Lana, kebakaran tersebut hingga saat ini belum mengganggu sistem pemantauan aktivitas Gunung Bromo. Pemantauan kegempaan dan parameter vulkanik lainnya masih dapat beroperasi dengan baik.
“Seluruh kegiatan pemantauan kegempaan dan parameter vulkanik lainnya masih dapat beroperasi dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, upaya pemadaman kebakaran masih terus dilakukan oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), BPBD, TNI, Polri, dan relawan.
Berdasarkan hasil evaluasi secara menyeluruh terhadap data pemantauan, tingkat aktivitas Gunung Bromo hingga 9 Agustus 2026 masih dinilai berada pada Level II (Waspada).
Badan Geologi meminta masyarakat di sekitar Gunung Bromo serta pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak memasuki area kawah dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo.