"Melalui kemitraan ini, para profesional Indonesia di bidang pendidikan dasar dan menengah akan memiliki kesempatan lebih luas untuk melanjutkan studi pascasarjana di Inggris. Pengetahuan dan pengalaman yang mereka peroleh nantinya diharapkan dapat memperkuat kapasitas sektor pendidikan nasional," jelasnya.
Suharti menambahkan bahwa kemitraan ini memiliki nilai strategis karena para penerima beasiswa diwajibkan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi dan mengabdikan diri sedikitnya selama dua tahun, tambahnya.
Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Dominic Jermey, menyampaikan bahwa Program Chevening tidak sekadar memberikan beasiswa, tetapi juga membangun kepemimpinan melalui peningkatan kompetensi, rasa percaya diri, dan jejaring global.
"Pendidikan adalah salah satu investasi paling penting yang dapat dilakukan suatu negara untuk masa depannya. Kami sangat senang meluncurkan kemitraan baru dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, yang akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat Indonesia untuk melanjutkan studi S2 di Inggris sebagai penerima Beasiswa Chevening," ujar Dominic.
Dominic juga menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen atas kepercayaan yang diberikan kepada Pemerintah Inggris dan Program Chevening sebagai mitra dalam pengembangan pendidikan.