"Kuota yang kami sediakan berjumlah 2.882 penumpang. Sementara saat ini program tersebut hanya di Pulau Jawa, karena pergerakannya orangnya juga cukup besar," katanya.
Kemenhub memproyeksikan puncak pergerakan orang selama periode Natal dan Tahun Baru 2026/2027 terjadi pada 23 Desember 2026 untuk periode arus mudik. Sementara untuk arus balik diperkirakan pada 3 Januari 2027.
Program mudik gratis ini diharapkan pemerintah bisa mengurangi potensi masyarakat untuk melakukan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi maupun roda dua yang punya risiko kecelakaan lebih tinggi dibandingkan transportasi umum.
Di samping itu, pengurangan penggunaan kendaraan pribadi selama periode libur Nataru juga diharapkan mampu mengurangi beban jalan dan mengantisipasi kemacetan. Sebab, selama periode libur masal itu jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan tergolong meningkat dibanding periode normal.