Dia menegaskan, penggunaan bandara alternatif tersebut tetap menyesuaikan kesiapan operasional masing-masing bandara, rute penerbangan, serta kebijakan maskapai.
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, dan instansi terkait untuk memastikan pengalihan penerbangan dapat dilakukan secara aman dan terkoordinasi.
Sementara itu, sejumlah bandara masih ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Hingga Senin pagi, penutupan operasional masih berlaku di Bandara Soekarno-Hatta, Radin Inten II, Budiarto, Halim Perdanakusuma, Pondok Cabe, Muhammad Taufiq Kiemas, serta Husein Sastranegara hingga pukul 18.00 WIB.
Pemerintah mengimbau calon penumpang untuk memastikan status penerbangan kepada maskapai sebelum menuju bandara. Penumpang yang terdampak juga diminta mengikuti arahan maskapai terkait perubahan jadwal maupun pengalihan penerbangan.
Dudy menyatakan status operasional bandara dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik dan kondisi keselamatan penerbangan.
Berikut enam bandara yang disiapkan sebagai alternatif:
1. Bandara Juanda, Jawa Timur
2. Bandara Adi Soemarmo, Jawa Tengah
3. Bandara Internasional Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
4. Bandara Adisutjipto, Daerah Istimewa Yogyakarta
5. Bandara Jenderal Ahmad Yani, Jawa Tengah
6. Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat.
(Dhera Arizona)