“Gubernur dan para bupati yang daerahnya terdampak juga sudah aktif bergerak. Untuk data sementara warga maupun infrastruktur yang terdampak masih dalam proses pendataan,” lanjutnya.
Gempa terjadi pukul 05.58 WITA dengan episenter berada di laut sekitar 30-38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Gempa berkedalaman 15 kilometer tersebut dirasakan di sejumlah wilayah NTT hingga beberapa daerah di luar provinsi.
BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami pada pukul 05.02 WIB (06.02 WITA). Warga di sejumlah wilayah pesisir kemudian bergerak menuju tempat yang lebih tinggi. Peringatan tersebut diakhiri pada pukul 07.41 WIB (08.41 WITA) setelah ancaman tsunami dinyatakan berlalu.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga Sabtu siang, sekitar 2.000 jiwa terdampak. Sementara, 38 orang dilaporkan meninggal dunia.
Wilayah terdampak sementara meliputi Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, Ende, serta sejumlah wilayah lainnya. Nagekeo, khususnya Mbay dan sekitarnya, menjadi salah satu daerah yang paling terdampak.
Sejak laporan gempa diterima, Kemensos langsung mengerahkan personel Tagana dan Petugas Sosial Kesiapsiagaan Bencana (PSKB). Mereka bergabung dengan unsur penanganan lainnya untuk membantu asesmen, evakuasi, pendataan warga, serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak.