Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui sektor pendidikan.
“Tugas kita sangat mulia. Kita mulai memutus rantai kemiskinan dari pendidikan. Semoga Sekolah Rakyat menjadi cahaya dan harapan baru bagi anak-anak yang membutuhkan,” katanya.
Secara nasional, Sekolah Rakyat Tahap II akan dibangun di 104 lokasi yang tersebar di 102 kabupaten/kota pada 32 provinsi. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp26,24 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025–2026. Skema pembangunan dilakukan melalui kontrak tahun jamak (multi years contract) guna menjamin kualitas dan keberlanjutan infrastruktur.
Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Bisma Staniarto, menjelaskan bahwa desain Sekolah Rakyat Tahap II telah dirancang dengan standar teknis yang komprehensif, mencakup aspek keselamatan, kesehatan, serta kemudahan akses.
“Seluruh Sekolah Rakyat Tahap II dibangun dengan memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan akses. Kita optimistis akhir Januari 2026 seluruh fondasi sudah selesai dibangun," kata Bisma.