Kemlu juga mengimbau seluruh WNI yang melakukan perjalanan ke wilayah perbatasan Nepal-Tibet untuk meningkatkan kewaspadaan. WNI diminta mengikuti arahan otoritas setempat, menghindari wilayah terdampak, serta memantau informasi melalui sumber resmi.
"Dalam kondisi darurat, WNI juga diimbau untuk menghubungi saluran hotline KBRI setempat," ujar Yvonne.
Sebelumnya, otoritas Nepal dan China memperbarui jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang kawasan terpencil di Himalaya tersebut. Total sedikitnya 633 orang dilaporkan tewas akibat bencana yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet tersebut.
Otoritas Pengurangan Risiko dan Penanggulangan Bencana Nasional Nepal dalam pernyataan terbarunya, mengumumkan jumlah korban tewas di wilayah Nepal bertambah menjadi sedikitnya 626 orang hingga Sabtu (29/8/2026) pagi. Jumlah korban hilang juga dilaporkan bertambah menjadi 2.426 orang.
Otoritas Nepal menambahkan 933 pekerja pembangkit listrik tenaga air setempat ke dalam daftar orang hilang, yang sebelumnya telah mencakup para pendaki dan peziarah yang hendak menuju Gunung Kailash yang disucikan di Tibet.