Salah satu saksi termasuk yang berada di dalam ruang penyimpanan baterai ketika percikan api pertama kali muncul, sebelum akhirnya menyebabkan kebakaran pada pukul 12.15 siang.
Hasil penelusuran kepolisian terungkap bahwa api berasal dari lantai 1, persisnya ruang Inventory atau Gudang Mapping, yang mana tempat penyimpanan baterai drone jenis Lithium Polymer (LiPo).
Saksi di lokasi menyebut dua baterai rusak terjatuh sampai akhirnya mengeluarkan percikan dari konektornya. Dari sinilah percikan api menyambar baterai lain dan memicu reaksi berantai atau thermal runaway sehingga api langsung membesar dalam waktu cepat.
Dari hasil pemeriksaan pula, Michael dinilai melakukan kelalaian berat lantaran tidak pernah membuat SOP penyimpanan bahan berbahaya.
Selain itu, dia juga lalai karena tidak menunjuk petugas K3, tidak menyediakan ruang penyimpanan standar, tidak memasang pintu darurat, tidak memastikan jalur evakuasi berfungsi, serta mengakui bahwa seluruh operasional perusahaan berada di bawah kendalinya.