Menurut Gubernur Bank Sentral Thailand Vitai Ratanakom, Asia menyumbang 67 persen dari kerugian online scam global pada 2024.
"Kawasan ini telah mengumpulkan pengalaman berharga dalam memerangi ancaman ini, menawarkan pelajaran praktis yang dapat diadaptasi oleh negara-negara lain," katanya.
Menurut IMF, maraknya online scam berpotensi menghambat perkembangan sektor teknologi keuangan.
"Penipuan siber mengancam untuk membalikkan kemajuan yang telah dicapai oleh sektor keuangan digital, yang memungkinkan orang-orang yang sebelumnya tidak memiliki akses ke sistem keuangan untuk mengaksesnya," kata Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva. (Wahyu Dwi Anggoro)