Selain mengutamakan keselamatan warga, KLH/BPLH juga mengimbau masyarakat tidak mendekati lokasi kebakaran karena berisiko terdampak paparan asap. Perlindungan terhadap petugas dan para pemulung yang beraktivitas di sekitar TPA juga menjadi perhatian pemerintah.
Untuk mendukung proses penanganan, KLH/BPLH telah melakukan pemantauan menggunakan drone serta mengoperasikan dua unit mobile monitoring system guna memantau kualitas udara, termasuk kadar sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), PM10, dan PM2.5. Hasil pemantauan menunjukkan beberapa parameter telah melampaui baku mutu.
Diaz juga mengapresiasi dukungan Kementerian Kehutanan yang mengerahkan 30 personel Manggala Agni untuk membantu proses pemadaman. Menurutnya, keahlian tim tersebut dalam menangani kebakaran lahan gambut sangat dibutuhkan karena api masih menyala di bagian bawah timbunan sampah sehingga tidak cukup dipadamkan hanya dengan penyiraman dari permukaan.
Di sisi lain, Diaz memastikan program pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy/WTE) tetap berjalan. Ia berharap pemerintah daerah menjaga lahan yang telah dialokasikan agar dapat mendukung pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari penguatan sistem pengelolaan sampah nasional.
(Shifa Nurhaliza Putri)