"Misalnya untuk spesialis atau subspesialis atau bahkan juga dokter umum yang sedang bertugas. Karena memang kesehatan jiwa itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh. Masalah kesehatan jiwa bisa terjadi pada siapa saja, termasuk profesi dokter yang sedang menjalani program internsip atau pada fase kehidupan lainnya," tuturnya.
Dia menerangkan, dalam konteks kesehatan jiwa dokter yang mengikuti internship, dokter pembimbing, rekan sejawat satu tempat kerja atau keluarga, sahabat, atau siapa saja yang dirasakan memungkinkan memberikan dukungan agar dapat diberikan tata laksana sedini mungkin.
Selain itu, bagi yang sedang menjalani pengobatan seperti terapi untuk masalah kesehatan fisik atau jiwa yang sedang dialami, diharapkan dapat menjalankannya secara berkelanjutan.
"Sesuai dengan rencana terapi yang sudah ditetapkan sebelumnya, mungkin sudah didiskusikan dengan dokter sebelumnya, supaya tidak berhenti seperti itu. Karena memang ini sangat penting agar gejala itu bisa menghilang dan fungsi kehidupan sehari-harinya bisa dilaksanakan dengan baik," terangnya.
Dia menjelaskan, misalnya, dalam kondisi depresi, pengobatan perlu dilakukan dengan pemantauan berkala minimal enam bulan dan apabila kondisinya berat, seperti ada pemikiran untuk mengakhiri hidup atau terdapat gangguan dalam penilaian realita.