Survei tersebut juga mengemukakan kecurangan masih terjadi di level pendidikan dasar/menengah, berupa 26 persen peserta didik masih menyontek saat ujian yang terjadi di 51 persen satuan pendidikan. Sementara di level PT terjadi di 50 persen responden pada 94 persen satuan Pendidikan.
"Dalam hal ekosistem masih ada terjadi temuan terkait masih ada mahasiswa yang membayar pihak lain untuk mengerjakan tugas akhir atau skripsi, ini seperti joki tugas ya, ini di Dikti dilaporkan oleh 43 persen responden dan terjadi di 91 persen satuan pendidik yang disurvei," ucapnya
Survei juga mencatat 34 persen orang tua siswa masih memberikan hadiah kepada tenaga pendidik pada momen tertentu. Selanjutnya, masih ditemukan guru dan dosen yang terlambat tanpa alasan yang jelas dalam mengajar dengan rincian 31 persen di pendidikan dasar dan menengah serta 53 persen di PT.
"Dari dimensi tata kelola, masih terjadi pelaporan bahwa pemanfaatan dana BOS tidak sesuai dengan tujuan. Ini terjadi di 8 persen dari laporan dari responden kita," tuturnya.
Dari 8 persen tersebut, terdiri dari 16 persen pemerasan atau potongan atau pungutan, 40 persen adalah nepotisme, 45 persen adalah penggelembungan biaya penggunaan dana lainnya, dan 41 persen adalah laporan lainnya. (Febrina Ratna Iskana)