sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Mendiktisaintek: Presiden Minta Kampus Perkuat Kemandirian Bangsa saat Gejolak Geopolitik

News editor Febrina Ratna Iskana
16/01/2026 07:45 WIB
Prabowo menekankan peran strategis perguruan tinggi dalam menjaga dan memperkuat kemandirian bangsa di tengah gejolak geopolitik global.
Mendiktisaintek: Presiden Minta Kampus Perkuat Kemandirian Bangsa saat Gejolak Geopolitik. (Foto: Dok. BPMI Setpres)
Mendiktisaintek: Presiden Minta Kampus Perkuat Kemandirian Bangsa saat Gejolak Geopolitik. (Foto: Dok. BPMI Setpres)

IDXChannel – Presiden Prabowo Subianto menekankan peran strategis perguruan tinggi dalam menjaga dan memperkuat kemandirian bangsa di tengah gejolak geopolitik global yang semakin kompleks dan dinamis.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto usai mendampingi Presiden saat bertemu 1.000 pemimpin dan guru besar perguruan tinggi se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Dalam pertemuan itu, Prabowo menyoroti perubahan signifikan peta geopolitik dunia yang menuntut setiap negara untuk mampu berdiri di atas kaki sendiri, serta memiliki daya tahan kuat di tengah persaingan global.

“Saat ini terjadi pergeseran geopolitik yang cukup signifikan. Sehingga, setiap negara haruslah menjadi negara yang mampu mandiri, mampu survival,” kata Brian dalam keterangan resmi, Kamis (15/1/2026).

Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, lanjut dia, Prabowo menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi bangsa yang mandiri dan berdaulat. Namun, potensi tersebut harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat.

Perguruan tinggi bersama para guru besar diharapkan mengambil peran lebih nyata dan signifikan, terutama dalam membaca tantangan global serta menerjemahkannya ke dalam solusi kebijakan, inovasi, dan pengembangan SDM.

Tak hanya soal tantangan global, Prabowo juga menyinggung persoalan internal bangsa yang masih menjadi pekerjaan rumah besar, mulai dari korupsi, praktik under-invoicing, hingga berbagai kebocoran keuangan negara.

“Perguruan tinggi tidak hanya dituntut mencetak SDM yang unggul secara kapasitas dan kapabilitas, tetapi juga berintegritas tinggi, memiliki nasionalisme kuat, dan keberpihakan nyata kepada masyarakat serta bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ia menegaskan, pesan Prabowo tersebut menjadi refleksi bersama atas amanat besar masyarakat yang dipercayakan kepada para pemimpin akademik sebagai pengawal keilmuan dan penjaga arah masa depan bangsa.

Menurut Brian, perhatian Prabowo terhadap dunia kampus bukanlah hal simbolik. Hal itu tecermin dari pertemuan tersebut yang menjadi pertemuan ketiga dengan pimpinan perguruan tinggi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Prabowo, lanjutnya, berpesan agar potensi besar bangsa Indonesia benar-benar diimbangi dengan penguasaan sains dan teknologi, serta lahirnya SDM unggul yang berintegritas sebagai fondasi utama untuk memperkuat kemandirian dan daya saing nasional ke depan.

“Ini adalah tantangan sekaligus panggilan bagi perguruan tinggi untuk benar-benar memainkan peran strategisnya bagi masa depan bangsa,” kata dia.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement