Tak hanya soal tantangan global, Prabowo juga menyinggung persoalan internal bangsa yang masih menjadi pekerjaan rumah besar, mulai dari korupsi, praktik under-invoicing, hingga berbagai kebocoran keuangan negara.
“Perguruan tinggi tidak hanya dituntut mencetak SDM yang unggul secara kapasitas dan kapabilitas, tetapi juga berintegritas tinggi, memiliki nasionalisme kuat, dan keberpihakan nyata kepada masyarakat serta bangsa Indonesia,” ujarnya.
Ia menegaskan, pesan Prabowo tersebut menjadi refleksi bersama atas amanat besar masyarakat yang dipercayakan kepada para pemimpin akademik sebagai pengawal keilmuan dan penjaga arah masa depan bangsa.
Menurut Brian, perhatian Prabowo terhadap dunia kampus bukanlah hal simbolik. Hal itu tecermin dari pertemuan tersebut yang menjadi pertemuan ketiga dengan pimpinan perguruan tinggi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.
Prabowo, lanjutnya, berpesan agar potensi besar bangsa Indonesia benar-benar diimbangi dengan penguasaan sains dan teknologi, serta lahirnya SDM unggul yang berintegritas sebagai fondasi utama untuk memperkuat kemandirian dan daya saing nasional ke depan.
“Ini adalah tantangan sekaligus panggilan bagi perguruan tinggi untuk benar-benar memainkan peran strategisnya bagi masa depan bangsa,” kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)