sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menhub Sidak Diskon Tiket Pesawat 20 Persen di Bandara Soetta, Ini Temuannya

News editor Iqbal Dwi Purnama
17/03/2026 10:10 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi melakukan pemantauan langsung ke Terminal 1 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta.
Menhub Sidak Diskon Tiket Pesawat 20 Persen di Bandara Soetta, Ini Temuannya. (Foto Istimewa)
Menhub Sidak Diskon Tiket Pesawat 20 Persen di Bandara Soetta, Ini Temuannya. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi melakukan pemantauan langsung ke Terminal 1 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta untuk memastikan program pemberian diskon tiket pesawat 20 persen diterapkan oleh maskapai.

"Hari ini saya melihat langsung kondisi arus mudik, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta. Sekalian juga tadi saya bertanya kepada para penumpang, apakah kebijakan pemerintah terkait potongan tarif pesawat yang diinstruksikan oleh Presiden itu sampai ke masyarakat dan memastikan stimulus diskon harga tarif tiket itu bisa dinikmati oleh masyarakat," ujarnya di Bandara Soetta, dikutip Selasa (17/3/2026).

Secara keseluruhan, diskon tiket pesawat Lebaran 2026 berasal dari kombinasi beberapa kebijakan pemerintah. Pertama, PPN tiket pesawat ditanggung pemerintah (menurunkan biaya tiket pesawat hingga 11 persen).

Kedua, penurunan fuel surcharge pesawat. Ketiga, adanya diskon 50 persen airport tax (PJP2U). 

Keempat, adanya diskon 50 persen biaya layanan bandara untuk maskapai (PJP4U). Kelima, diskon tarif PNBP jasa kebandarudaraan. Selain itu, ada juga diskon harga avtur sekitar 10 persen di 37 bandara.

Dengan paket kebijakan tersebut, kata Dudy, harga tiket pesawat domestik diproyeksikan turun sekitar 17–18 persen selama periode mudik Lebaran 2026. Penurunan harga ini berlaku untuk jadwal keberangkatan 14 Maret-29 Maret 2026.

"Sejauh ini, kami melihat bahwa diskon/stimulus yang diberikan oleh pemerintah, sudah sampai kepada masyarakat. Saya lihat tadi, malah masyarakat ada yang menikmati potongan sampai 20 persen dari harga normal, jika sudah pesan dari jauh hari. Namun, ada beberapa hal nantinya yang perlu kita evaluasi, khususnya terkait harga penjualan tiket melalui online travel agent," kata dia.

Dudy melihat masih ada celah yang bisa membuat harga tiket belum bisa terdiskon maksimal melalui penjualan di online travel agent (OTA). Tiket juga bisa terlihat mahal dikarenakan OTA memberikan opsi keberangkatan dengan transit satu kali atau bahkan beberapa kali transit, sehingga terlihat biaya perjalanan menjadi mahal karena merupakan akumulasi 2-3 penerbangan untuk mencapai tujuan.

"Saya berharap agar OTA dapat mendukung kebijakan pemerintah untuk menyediakan tiket pesawat yang tersubsidi sehingga masyarakat bisa benar-benar merasakan langsung manfaatnya. Nanti, kami juga akan berbicara dengan stakeholder/ekosistem terkait, baik dari airline, maupun juga dengan Kementerian Pariwisata yang membawahi travel agent, supaya secara bersama-sama kita memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat," kata Dudy.

Secara keseluruhan, Dudy melihat kondisi arus mudik melalui jalur udara masih kondusif dan berjalan dengan baik. Ketepatan waktu keberangkatan pun terbilang baik. Begitu juga dengan antrean check in yang masih kondusif dan tidak ada penumpukan penumpang di bandara.

"Ketepatan waktu masih baik, ya walaupun masih ada 1-2 penerbangan yang terlambat, hanya saya minta kepada airline kalau bisa 100 persen ya ketepatan waktunya. Begitu juga dengan antrean panjang check in. Kita akan antisipasi itu dan berusaha maksimal tidak ada antrean yang terlalu panjang. Sejauh ini, saya bisa bilang, perjalanan mudik jalur udara berjalan baik," ujarnya.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement