IDXChannel - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mendatangi Gedung Merah Putih KPK, Jumat (8/5/2026).
Pantauan di lokasi, pria yang kerap disapa Gul Ipul ini datang beserta rombongan. Mereka tiba di kantor Lembaga Antirasuah dengan mengendarai mobil listrik. Dia kemudian berjalan masuk ke lobby gedung Merah Putih KPK.
"Saya memang meminta waktu untuk bisa melakukan silaturahmi, konsultasi, minta nasihat, dan sekaligus menyampaikan perkembagan-perkembangan pengadaan barang dan jasa di kemensos," kata Gus Ipul.
Dia menambahkan, dia datang bersama semua pihak yang memiliki tanggung jawab terkait pelaksanaan barang dan jasa di Kemensos. Sementara Wamensos, Agus Jabo Priyono hadir lebih awal.
Dia menambahkan, tidak ada persiapan khusus terkait kedatangannya ke KPK ini. Menurutnya, kesempatan ini sekaligus akan meminta nasihat hingga kritik terkait pengadaan program Sekolah Rakyat.
"Sekaligus kami minta nasihat, minta masukan, mintakritik, minta saran karena kebetulan kita juga sedang memulai pelaksanaan pengadaan pada tahun 2026, kita ingin program strategis bapak presiden khususnya sekolah rakyat tidak dikotori oleh praktik korupsi," katanya.
"Oleh karena itu kami sejak awal sudah menyatakan terbuka, dan menyampaikan segala hal yang sudah kami lakukan kepada publik, maupun kepada lembaga-lembaga pemeriksa seperti BPK, atau BPKP, dan juga lembaga-lembaga non-pemerintah untuk mengawasi dan ikut mengawal pelaksanaan pengadan barang di lingkungan kemensos," lanjutnya.
Sebelumnya, Gus Ipul siap diperiksa terkait anggaran pengadaan sepatu Sekolah Rakyat yang mencapai Rp27 miliar. Bahkan, ia mengaku akan melaporkan hal itu dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (7/5/2026).
“Tentu kami terbuka. Jika ada waktu, besok kami akan bertemu dengan pimpinan KPK untuk melaporkan seluruh proses-proses yang telah kita lewati,” kata Gus Ipul kepada di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya atensi dari KPK merupakan kesempatan yang baik untuk evaluasi pengadaan barang dan jasa di Kemensos.
“Ini adalah kesempatan baik buat kami untuk melakukan evaluasi sebelum nanti akan melakukan proses-proses pengadaan barang dan jasa pada tahun 2026 ini," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)