IDXChannel - Pasar Surat Berharga Negara (SBN) sempat mengalami tekanan pada kuartal I-2026, namun menunjukkan perbaikan di awal kuartal II.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tekanan juga terjadi di pasar obligasi global akibat sentimen risk-off investor atas ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan minyak dunia dan implikasinya pada kenaikan inflasi.
“Sentimen ini berdampak pada kenaikan yield surat utang secara global,” ujar Purbaya dalam Konferensi Hasil Rapat KSSK, Kamis (7/5/2026).
Sejalan dengan kenaikan UST-bond tenor 10 tahun sebesar 38 bps selama Maret 2026, yield obligasi pemerintah negara berkembang bergerak naik antara 14 hingga 298 bps selama periode Maret 2026, termasuk yield SBN yang naik 43 bps.
Akibatnya, kepemilikan asing berkurang sebesar Rp21,81 triliun selama Maret 2026.