IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mencatat penurunan posisi instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dari Rp916,97 triliun pada awal 2025 menjadi Rp730,90 triliun pada akhir 2025. Penurunan tersebut berlanjut lagi menjadi Rp694,04 triliun pada 20 Januari 2026.
"Kebijakan moneter ditempuh melalui penurunan suku bunga BI-Rate, stabilisasi nilai tukar Rupiah, dan ekspansi likuiditas moneter," tutur Gubernur BI Perry Warjiyo saat konferensi pers hasil RDG di Jakarta, Rabu (21/1/2025).
Di samping itu, BI juga membeli surat berharga negara (SBN) sebagai bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal.Tercatat hingga 20 Januari 2026, pembelian SBN mencapai Rp23,69 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp13,21 triliun.
Menurut dia, pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga kredibilitas kebijakan moneter.
Sementara itu, sejak September 2024, BI-Rate telah turun sebesar 150 bps, yaitu 25 bps pada September 2024 dan 125 bps selama tahun 2025 menjadi 4,75 persen hingga Desember 2025. "Ini merupakan level terendah sejak tahun 2022," kata Perry.
Ke depan, kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah terus diperkuat dengan intervensi di pasar off-shore melalui NDF dan intervensi di pasar domestik melalui pasar spot, DNDF, serta pembelian SBN di pasar sekunder.
(kunthi fahmar sandy)