Nusron menjelaskan, gedung tersebut nantinya akan difungsikan sebagai kantor bersama bagi sejumlah lembaga keumatan agar pengelolaan lebih efisien dan terintegrasi.
"Nanti akan dijadikan kantor bersama antara Baznas, Badan Wakaf Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, BPKH, dan instansi-instansi keumatan lain. Supaya mereka tidak lagi terbebani overhead tiap bulan dan fokus untuk memberdayakan umat," tuturnya.
Terkait rencana pembangunan, Nusron menyebut berdasarkan informasi awal dari Kementerian Agama, gedung tersebut dirancang hingga sekitar 40 lantai. Namun, Nusron enggan membeberkan secara detail teknis pembangunan dan besaran anggaran masih menjadi kewenangan kementerian terkait.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan telah menyiapkan lahan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, untuk pembangunan gedung MUI dan lembaga-lembaga umat Islam. Hal tersebut disampaikannya dalam taklimatnya pada acara Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa serta Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus MUI Masa Khidmat 2025–2030 yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal.
"Saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter untuk gedung bagi MUI dan bagi badan-badan umat Islam seperti Badan Zakat Nasional dan lembaga-lembaga lain," kata Prabowo.