IDXChannel - Oman menolak proposal Iran untuk bersama-sama memungut biaya layanan dari kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz.
Dilansir dari The New York Post pada Jumat (4/9/2026), seorang sumber mengatakan bahwa Oman ingin menghindari perselisihan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Bulan lalu, Trump mengancam akan membom habis-habisan Oman. Dia menuduh Muskat terlalu banyak memberikan kompromi terhadap Iran.
AS dan Iran berebut kendali atas Selat Hormuz setelah perang pecah antara keduanya pada Februari 2026. Iran mengeklaim mengendalikan jalur maritim vital itu dan berencana memungut biaya tol.
Iran dan Oman melakukan serangkaian pembicaraan terkait Selat Hormuz dalam beberapa pekan ke belakang. Keduanya menggodok koridor sementara yang dapat dilewati kapal-kapal dengan aman.
Sebelum perang pecah, Selat Hormuz dilewati 20 persen ekspor minyak dan gas global. Terletak di antara Iran dan Oman, perairan itu menghubungkan kawasan Teluk dengan belahan dunia lainnya.
AS saat ini secara diam-diam mengawal kapal di Selat Hormuz. Iran merespons manuver Washington itu dengan menembakkan rudal dan drone ke arah kapal yang melewati jalur itu tanpa berkoordinasi dengan Teheran. (Wahyu Dwi Anggoro)